Senin, 07 September 2026

Tafsir Warna

Agung angkasa
Kau datang dari cahaya
Putih hadirmu seperawan suci surgawi
Berdiam polos menuntut makna mengada
Serupa rona ketenteraman dipudar kejemuan
Hingga kau merebahkan diri pada kelam dunia
Terlentang bebas seperti kanvas yang pasrah
Menanti pelukis menerjemahkan tubuhmu
Menjadi hijau padang yang kelabu
Menjadi biru laut yang oranye
Menjadi cerah langit yang suram
Menjadi bening hujan yang keruh
Lalu berpendar pelangi setelahnya
Menyusun motif rasa di dalam hatimu
Dengan merah amarah, jingga curiga, kuning pening, hijau galau, biru cemburu, ungu mangu, dan nila gila
Atau berupa merah gairah, jingga bangga, kuning hening, hijau pukau, ungu melagu, dan nila menyala
Yang membuatmu berserah membasuh kekalutan dengan air mata setelah luapan keringat tak sanggup mendamaikan warna-warni itu di dalam hidupmu

Tiba akhirnya, gejolak mereda
Kau jadi lukisan yang tak terterjemah
Terbingkai dan berpulang menuju cahaya
Dengan putih kebaikan dan hitam keburukan
Dengan corak kelabu yang tak bisa kau takar sendiri

Setelah segalanya, apa kau menyesal pernah terlahir dan terluka? 
Atau kau bersyukur telah menuntaskan rasa penasaranmu untuk menemukan bahagia yang sementara? 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar