Selasa, 08 September 2026

Alasan Pemungkas

Malang
Pecundang
Tersisih dalam perjuangan
Tanpa kemampuan untuk ketenteraman
Tanpa menjamin kehidupan

Nahas
Papa
Tertinggal dalam kemapanan
Tanpa kemewahan untuk kesenangan
Tanpa menjanjikan kebahagiaan

Lemah
Kacung
Terdepak dalam peraduan
Tanpa kekuasaan untuk kebebasan
Tanpa memastikan keamanan

Akulah ketidakberartian
Tampak merupa segala yang tak diharapkan
Masih tetap dengan perasaan menang, kaya, dan berdaya
Seandainya aku memilikimu

Apakah kau akan mencintaiku saat aku membenci diriku sendiri?

Dinding Rumah

Telah dingin sajian
Di meja ini, hanya keheningan
Seorang makan sendiri, dan seorang datang dengan perut kenyang
Atau sekadar berhadap-hadapan dengan rasa masing-masing
Tanpa berbagi jamuan atau suapan kasih sayang
Dengan tatapan yang menyantap gawai sendiri
Sampai tandas dan saling melalaikan

Telah asing pelukan
Di kasur ini, hanya kesepian
Seorang tidur lebih dahulu, dan seorang begadang larut lembur
Atau sekadar bersamping-sampingan dengan mimpi masing-masing
Tanpa berbagi selimut atau kecupan selamat tidur
Dengan dekapan yang merangkul raga sendiri
Sampai terjaga dan saling meninggalkan

Telah pudar kemesraan
Di bilik ini, hanya kedinginan
Seorang sedang mandi, dan seorang telah pergi terbawa cepat roda
Atau sekadar berpunggung-punggungan dengan rencana masing-masing
Tanpa berbagi godaan atau pelukan penuh cinta
Dengan sentuhan yang mengusap tubuh sendiri
Sampai elok dan saling mengabaikan

Demikianlah adanya
Rumah ini hanya pelarian
Ruang sembunyi dari kejaran dunia untuk kembali menguatkan diri
Mengulang rutinitas untuk menyambung kehidupan yang melelahkan
Tanpa sisa daya untuk bercanda
Tanpa sisa waktu untuk bermain-main
Dengan sendiri-sendiri, pulang dan melawan kebosanan untuk bersetia


Suara Kediaman

Kita menyukai ombak
Menyusup seperti paus
Sebelum air menabung limbah kejahilan
Sungai tertimbun, dan samudra tercemar

Kita menyenangi bukit
Menjelajah seperti macan
Sebelum tanah menanggung residu keserakahan
Dataran terkeruk, dan hutan tergerus

Kita menikmati angin
Melayang seperti elang
Sebelum udara menampung ampas keberingasan
Ruang tersesak, dan awang-awang ternoda

Kita adalah makhluk segalanya
Hidup menyelam, menapak, dan melambung
Sebelum berkhianat dan merusak kediaman sendiri
Karena kita hanya peduli sejauh jangkauan mata
Karena kita hanya peduli selama hari ini

Kini, kita berkehendak berpindah alam
Mungkin hanya untuk mengulang cerita

Senin, 07 September 2026

Sampai Jumpa Lagi

Sejak semula
Telah kutabur bibit harapan
Kucuri dari sekuntum wajahmu yang menawan
Dari peristiwa yang engkau abaikan
Pada lahan tanpa nama

Di mana kamu?
Semoga bertumbuh baik dan bahagia
Sebagai bunga matahari yang menari-menyinari hari-hari yang berduri

Pada malam ini
Dalam tenang gelap
Dari arah yang tak terbaca
Saat lelap memungkinkan semua
Kupasrah niat kepada penguasa taman
Untuk menemukanmu kembali di dalam mimpi
Bersemi, harum, dan menyenangkan
Untuk kubiarkan begitu saja
Untuk berharap berjumpa lagi
Seperti malam-malam yang lalu