Repertoar Ilusif
Tafsir-tafsir tentang kebenaran, kebaikan, dan keindahan.
Senin, 31 Agustus 2026
Ujung Kembara
Ingin Hidup Kembali
Pada antah-berantah
Di dalam balai sederhana yang tumbuh asing di tengah padang
Makhluk bersayap menari dan bernyanyi mengantarkan pagi yang dingin
Mengembuskan gigil dari kisi-kisi jendela atau sela-sela dinding kayu
Menimpakan kesenangan untuk bermalas-malasan di dalam selimut
Menanti bumi menghangat untuk membangun kebun dan ternak
Menghidupkan hidup dari kehidupan yang dipersembahkan alam
Pada nyata impian
Di dalam ruang yang tersesak sekat-sekat beton yang berbaris dan menumpuk
Alarm mengoceh lagi pada rentang menit yang kesekian setelah kesekian
Memperingatkan untuk mematikan pendingin ruangan yang bekerja semalaman
Menuntut perjuangan untuk bangkit dari kasur dan mengalahkan godaan kantuk
Menagih segera untuk bergumul dalam sesak asap dan kemacetan
Memperkaya manusia tamak yang telah menggajimu seadanya
Selama hari-hari
Kau merutuki keberadaan dirimu dalam perangkap kutukan kota
Mengulang kemarin untuk esok saat anganmu dalam hampa waktu
Pada alam imajinasi yang kau bangun dari cerita dongeng atau kitab suci
Karena batinmu selalu ingin kembali pada kehidupan leluhur yang dahulu sekali
Saat kedamaian bisa engkau dapatkan tanpa menggadaikan nilai sebagai manusia
Minggu, 30 Agustus 2026
Dunia Malam
Gelap dan sunyi
Hambar dan kesepian
Kutilik dan kucuri lagi awur polahmu yang lugu
Kurekam dan kususun ulang dalam semesta imajiku
Perlahan lepas kendali, lantas mengulur tanpa kerangka
Tanpa arah panduan skenario atau tuntunan sutradara
Terangkai saja sinema yang misterius dan menegangkan
Tentang kita yang bersikap dengan kehendak sendiri
Saat kita bersinggungan dalam belantara kesesatan
Saat kita sama-sama terbuang dan mencari tempat berarti
Saat kita sama-sama ketakutan dan mencari persembunyian aman
Saat kau bertandang ke dalam bilik perlindunganku dan merasa tenang di sisiku
Saat kau memasrahkan dirimu ke dalam pelukanku dan mengandalkan diriku sepenuhnya
Sampai aku jadi diriku yang sesungguhnya, yang mengharapkan kehadiranmu sekian lama
Sampai timbul kekhawatiran batinku kalau-kalau aku menggila dan mencelakaimu
Sampai aku ingin mati saja sebelum mengganas dan menyakitimu
Sampai aku berharap kau segera sadar dan lenyap dari pengindaraanku
Tetapi nafsuku telanjur merajai untuk menunaikan adegan yang kuangankan
Aku kalah dan merangkulmu, membekapku, menghantanmu, melumatmu, menamatkanmu
Hingga aku tersadar dengan penyesalan dan sejumlah kerepotan
Hingga aku merasa tenang sebab semua tidak benar-benar terjadi
Terhadap dirimu, aku tak tahu pada mana diriku yang sebenarnya; di dalam alam sadarku, atau di bawah alam sadarku
Sebab sepanjang kedewasaan, aku hanya anak adam yang terus berjuang meredam naluri buas binatang di dalam diriku
Jadi kuminta, waspadalah pada jarak yang aman sebelum kedekatan membuatku hilang kewarasan dan menerkammu
Jumat, 28 Agustus 2026
Yang Maha
Kita berbatas
Upaya cuma percobaan
Doa sekadar permohonan
Ikhtiar hanya kemungkinan
Demi hidup semua diri
Kita rakus
Ingin menjadi segalanya
Untuk memiliki semuanya
Tanpa berbagi selayaknya
Demi nikmat seorang diri
Kita lupa
Dunia punya takaran
Hidup dalam kebercukupan
Lalu nafsu berkekurangan
Merasa pantas jadi pengadil