Senin, 17 Agustus 2026

Esa Juang

Duka luka dalam sejarah
Dari bengis musuh yang merata
Telah membawa nasib menuju takdir
Pada kesatuan derita dalam perlawanan

Lalu merdeka memperdaya
Kita sama mencari perbedaan
Atas ketidakadilan atau kecurigaan
Menjadi sebab menentukan nasib sendiri

Kita lantas melemah
Sendiri-sendiri dalam ikatan lepas
Mencipta kacung, raja kecil, hingga pemberontak
Membebaskan selatan, merenggangkan timur, barat, dan utara

Entah bagaimana garis tangan kita
Adakah alasan selamanya untuk kita teguh memegang janji persatuan?
Mungkinkah keadaan membaik untuk kita saling merangkul dalam perjuangan?
Atau kita hanya bertahan untuk saling menggenggam dalam kerapuhan?


Minggu, 16 Agustus 2026

Sejak Semula

Akan berbiak kepedihan
Bertumbuh dari luka yang basah
Terlahir dari dendam yang mengakar
Dari kita yang membenihkan kemalangan
Dalam pergumulan yang bersimbah peluh
Selama kebersamaan yang kerontang
Setelah kita mengikat kesetiaan yang rapuh
Demi menenangkan perasaan yang labil
Dengan pikiran yang kabur terbekap nafsu
Akibat sihir perjumpaan yang tidak terencana
Selepas terusir dari persinggahan yang kacau
Atau terbuang dari rumah yang porak-poranda
Karena kita terlahir tanpa bisa memilih tempat
Sebab kita ada tanpa bisa menjadi tidak pernah ada

Pada kelak, entah di mana salahnya setelah penderitaan yang mewariskan penderitaan itu
Apakah pada kelahiran, pertemuan, atau kebersamaan kita?
Atau pada kelalaian kita karena memperturut kenikmatan semu yang membuat kita abai menentukan waktu yang tepat untuk berhenti menjadi kita?

Tetapi semasih kini, saat riwayat itu belum sempurna, akankah kita mampu tercerai menjadi kami dan kalian demi mereka-mereka yang tidak berhak menanggung penderitaan karena kita?
Atau kita sanggup untuk selamanya tidak menjadi kita, lalu mati dengan penderitaan sendiri-sendiri?


Jumat, 14 Agustus 2026

Makna Kedua

Termakan khayal gelap layar
Terkembang alur dalam kepala
Memandu mungkin yang bisa
Meracuni ragu sebanyak kali
Membanjir asa di semak jarak
Bertumbuh subur sejauh bulan
Agustus luka yang ranggas bunga
Terbayar impas sekian pukul
Satu malam saat tubuh rapat
Membicarakan yang tak tahu

Rabu, 12 Agustus 2026

Sebuah Pernyataan

Ah, kutilik lagi keajaiban itu
Sendiri, dalam genggaman dunia
Sebelum kebosanan menjeda hasratku

Ya, akan begitu akhirnya
Tanpa belahan hati untuk memuja
Segala keindahan terasa menjemukan

Oh, andai kamu di sini
Kutatap kesempurnaan itu selamanya
Dalam matamu, seutuh dunia dalam semestaku