Sudah terlampau jauh
Aku letih mengejar khayalan
Dalam impian yang berulur cepat
Tak terserak makna untuk kusesapi
Kecuali pedihnya kecewa dan cemburu
Atas rentetan kegagalan dan ketertinggalan
Untuk harapan bijak demi ketenangan
Sekadar keinginan pada keadilan
Menjadi setara atau sewajarnya
Aku mendamba dunia yang dahulu
Saat hidup hanyalah tentang hidup
Menguntai napas langsung dari alam
Membarter untuk kenyamanan lebih
Tanpa daya uang untuk memperalat
Tanpa kasta kuasa untuk menindas
Kini, setelah keterlambatan telanjur
Pada kekacauan aku menuai penghiburan
Ketika nasib serasa melebur dalam kemalangan
Dengan pemadaman yang menidurkan
Dengan bencana yang meliburkan
Dengan wabah yang menganggurkan
Atau dengan kiamat yang mengugurkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar