Muda dan merdeka
Serupa seniman yang berpesta
Kau menurut bisikan batin semata
Untuk pujian yang cukup berarti bagimu
Sampai kau mengenal nominal penghargaan
Lalu kau jadi pekerja
Menagih rupiah sebagai upah
Menyusun kemapanan demi kemandirian
Menikmati kesederhanaan yang menenteramkan
Sampai kesepian membuatmu mendambakan kehangatan
Kemudian, kau menikah
Bercinta dan melanjutkan keturunan
Bersukaria dalam keramaian yang meriah
Hingga kau terpikir perihal masa depan anak-cucumu
Sampai kau mati, meninggalkan impian yang tak sudah-sudah
Demikianlah keinginan membuatmu tidak pernah hadir di dalam hidupmu
Sejak dunia membuatmu merasa hidup adalah masa depan yang mesti terus dikejar
Sampai kau abai menikmati segala yang sedang engkau miliki, dan lupa mensyukuri semua yang pernah engkau dapatkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar