Sabtu, 22 Agustus 2026

Larut dan Terurai

Berangkat dari sahaja
Terambang ambisi dan apati
Sepanjang bantaran kita berdansa
Di atas tanah berpasir atau lumpur berkerikil
Bertatak belukar dan berpayung pepohonan
Dengan gemercik arus dan gemerisik dedaunan
Diiringi padu tarian burung dan jogetan ikan
Yang begitu nikmat dengan cara sederhana
Sebab kita meninggikan berkat yang lahir
Tanpa merendahkan rahmat yang jatuh
Sampai terpisah angan tentang pesta
Karena kau benci hujan dan aku benci terik
Karena kau takut ombak membawa kita pulang
Sedang aku takut kobar menghanguskan kita
Lalu sendiri, kau menyimpang ke bukit
Setelah tengadahmu menjurus ke puncak
Saat segala tanya menggodamu mendaki
Tinggi, dan makin tinggi, menuju langit
Sampai hilang dalam impian masa depan
Ketika aku masih sejauh ujung jalan yang sama
Pada terakhir kita dalam alam ugahari
Dengan sendiri meresapi yang lalu
Sebelum terhanyut lagi dengan tenang
Kembali, dan terus kembali, dalam samudra kenangan
Tenggelam berulang sampai dasar palung cerita
Terkubur dengan sepenuh kisah dari sepenggal kisahmu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar